Sejarah Desa Parakan Kec. Leuwimunding Kab. Majalengka
Alkisah pada jaman Kerajaan Galuh
Pakuan. Terkenallah sebuah daerah yang subur makmur. Sungai Cikamangi yang
membelah daerah tersebut disamping airnya bersih juga banyak ikannya. Sehingga
sampailah berita tersebut ke pihak kerajaan Galuh Pakuan . Raja Galuh pakuan (
Rajagaluh) yang gemar mengkong ( mengambil ikan dengan cara mengalihkan aliran
sungai ) sering datng ke Cikamangi untuk mengambil ikan dengan cara mengkong.
Suatu ketika, waktu sang Raja sedang asyik mengkong, salah satu ikan jenis
Senggal yang bernama Si Bodo Bener ( jenis ikan yang punya duri tajam dan
beracun di siripnya ) matil ( menusuk dengan durinya sehingga mumbuat luka )
tentu saja Sang Raja sangat kesakitan dan marah. Dengan kejadian seperti itu
Sang Raja tidak kapok malah kesenanga mengkongnya semakin menjadi-jadi. Karena
itulah daerah tersebut terkenal dengan istilah Pamarakan yang sekarang terkenal
dengan nama Desa Parakan.
2. Kisah Kayu Jati
Parakan Menurut cerita rakyat yang
berkembang bahwa Desa Parakan mempunyai kisah yang unik dan punya efek
psikologis sampai sekarang masih banyak yang meyakini kebenarannya. Cerita asal
usulnya sebagai berikut : Dahulu kala di daerah yang bernama Parakan banyak
tumbuh kayu jenis jati yang mutunya sangat bagus. Dan ketika Kanjeng Sekh
Syarif Hidayatullah membangun mesjid Agung di Cirebon pasokan kayu jatinya dari
Parakan. Ketika akan menyelesaikan bangunan mesjid tersebut dan utusan Syek
Sarif Hidayatullah datang ke Parakan mau mengambil kayu jati ternyata kayu
jatinya sudah hamper habis karena di curi oleh orang orang yang tidak
bertanggungjawab. Utusan tersebut langsung pulang lagi dan melaporkan kejidian
tersebut. Syek Syarif Hidayatullah mendengar laporan tersebut langsung
berucap,” Barang siapa yang mengambil kayu jati dari desa Parakan dan di bawa
keluar desa Parakan maka akan mengakibatkan bala (kehidupan yang buruk ).”
Sejak itulah kayu Jati Parakan menjadi aman dan tidak dicuri orang lagi, karena
menurut cerita rakyat bahwa yang memaksa larangan tersebut betul-betul tertimpa
bala atau mengalami kehidupan yang buruk. Dan sampai sekarang sebagian
masyarakat baik masyarakat desa Parakan bahkan masyarakat diluar desa Parakan
pun masih ada yang meyakini kebenarannya.
KUWU – KUWU DESA PARAKAN
1. Bapak Kuwu Dopang, Tahun 1852 –
1862
2. Bapak Kuwu Dayung
3. Bapak Kuwu Wangsa Gama
4. Bapak Kuwu Bengo
5. Bapak Kuwu Juhar Turci
6. Bapak Kuwu Karnawi Tahun 1913 –
1929
7. Bapak Kuwu Kartawirja ( Kuwu kaji
) sampai dengan tahun 1932
8. Bapak Kuwu Sarti Alias Bapak Kuwu
Gede , Tahun 1933 – 1934
9. Bapak Kuwu Sukarmah al Amyah,
Tahun 1934 – 1962
10. Bapak Kuwu SSarya, Tahun 1962 –
1965
11. Bapak Kuwu Ardam , Tahun 1965 –
1967
12. Bapak Kuwu Eje Tahun 1967 – 1980
13. Bapak Kuwu Usman, Tahun 1980 –
1989
14. Bapak Kuwu Adju Tahun 1989 –
1998
15. Bapak Kuwu Suherman, Tahun 1998
– 2008
16. Bapak Kuwu Uhendi, Tahun 2008 -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar